kawasan berkembang vs kawasan mapan

Kawasan Berkembang vs Kawasan Mapan, Beli Rumah Dimana?

Salah satu pertanyaan klasik ketika mau beli rumah adalah:
“Lebih baik beli di kawasan mapan atau di kawasan yang baru berkembang?” 🤔

Pertanyaan ini penting banget, karena lokasi bukan cuma menentukan harga beli, tapi juga nilai investasi jangka panjang.
Nah, supaya kamu nggak salah pilih, yuk kita bahas secara santai tapi mendalam apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kawasan — biar keputusan kamu nanti lebih matang.

🌆 1. Kawasan Mapan: Nyaman, Lengkap, tapi Harga Tinggi

Kawasan mapan adalah daerah yang sudah lama berkembang — biasanya berada di pusat kota atau dekat area bisnis.
Contohnya seperti Bintaro, Pondok Indah, Menteng, atau Surabaya Barat.

✅ Kelebihan Kawasan Mapan

a. Infrastruktur Lengkap
Segala fasilitas sudah tersedia: akses jalan bagus, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, hingga transportasi umum. Kamu nggak perlu menunggu perkembangan infrastruktur.

b. Nilai Properti Stabil
Karena lokasinya sudah dikenal dan banyak diminati, harga rumah di kawasan mapan cenderung stabil dan terus naik secara konsisten.
Investasi di sini lebih “aman”, meski kenaikannya biasanya tidak secepat kawasan baru.

c. Lingkungan Lebih Tertata
Kawasan mapan biasanya punya tata ruang yang rapi dan terawat.
Kualitas air, keamanan, dan kenyamanan hidup juga lebih terjamin. Cocok untuk kamu yang mencari ketenangan dan kemudahan akses.

❌ Kekurangan Kawasan Mapan

a. Harga Selangit
Inilah tantangan utama. Rumah di kawasan mapan bisa berharga dua hingga tiga kali lipat dibandingkan kawasan berkembang dengan ukuran serupa.

b. Pilihan Terbatas
Lahan kosong sudah jarang. Jadi kamu harus bersaing dengan banyak pembeli atau puas dengan rumah bekas yang perlu renovasi.

c. Potensi Kenaikan Harga Tidak Signifikan
Karena sudah matang, kenaikan harga tahunan cenderung lambat. Untuk investor yang mencari keuntungan besar dalam waktu singkat, ini bisa jadi kurang menarik.

🌄 2. Kawasan Berkembang: Potensi Besar dengan Risiko Lebih Tinggi

Kawasan berkembang adalah wilayah yang sedang mengalami pertumbuhan — entah karena pembangunan infrastruktur baru, kawasan industri, atau ekspansi kota.
Contohnya seperti Cibubur, Serpong, Bekasi Timur, atau Gresik di sekitar Surabaya.

✅ Kelebihan Kawasan Berkembang

a. Harga Lebih Terjangkau
Inilah alasan utama banyak orang melirik kawasan berkembang. Kamu bisa mendapatkan rumah lebih luas dengan harga jauh lebih murah dibanding kawasan mapan.

b. Potensi Kenaikan Nilai yang Tinggi
Kalau kamu jeli memilih lokasi yang prospektif, nilai tanah di kawasan berkembang bisa naik 50–100% dalam beberapa tahun — apalagi setelah infrastruktur seperti jalan tol, stasiun, atau pusat bisnis mulai beroperasi.

c. Cocok untuk Investasi Jangka Panjang
Investor properti sering “berburu” di kawasan seperti ini. Mereka beli lebih awal, lalu menjual atau menyewakan saat harga sudah naik signifikan.

❌ Kekurangan Kawasan Berkembang

a. Infrastruktur Belum Sempurna
Akses jalan kadang masih sempit, transportasi umum terbatas, dan fasilitas publik seperti sekolah atau rumah sakit belum sebanyak kawasan mapan.

b. Potensi Risiko Spekulatif
Tidak semua kawasan berkembang benar-benar akan maju. Ada yang stagnan karena kurang dukungan pemerintah atau minim minat pasar.

c. Jarak ke Pusat Kota Lebih Jauh
Biasanya, kawasan berkembang berada di pinggiran. Ini bisa berarti waktu tempuh ke kantor lebih lama, apalagi jika lalu lintas belum tertata baik.


📊 3. Perbandingan Singkat

AspekKawasan MapanKawasan Berkembang
Harga BeliMahalLebih Terjangkau
FasilitasLengkap dan siap pakaiMasih terbatas
Potensi Kenaikan NilaiStabil tapi lambatCepat tapi berisiko
Cocok untukHunian jangka panjangInvestasi jangka panjang
RisikoRendahLebih tinggi
Contoh LokasiJakarta Selatan, Surabaya BaratCibubur, Gresik, Bekasi Timur

💡 4. Jadi, Pilih Mana?

Kalau kamu mencari kenyamanan, akses mudah, dan keamanan tinggi, maka kawasan mapan adalah pilihan ideal — terutama kalau tujuannya untuk ditinggali bersama keluarga.

Tapi kalau kamu berorientasi pada investasi dan ingin mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga tanah, kawasan berkembang bisa jadi opsi menarik — asal kamu siap dengan risiko dan sabar menunggu nilai properti naik.

Kuncinya ada di riset dan waktu.
Cari tahu proyek infrastruktur apa yang akan dibangun di sekitar lokasi, tren harga tanah beberapa tahun terakhir, serta tingkat permintaan di kawasan tersebut.

🏁 Kesimpulan

Memilih antara kawasan mapan dan kawasan berkembang ibarat memilih antara stabilitas dan potensi.
Kawasan mapan menawarkan kenyamanan yang sudah pasti, sementara kawasan berkembang menawarkan peluang besar bagi yang berani mengambil risiko.

Kalau dana kamu terbatas tapi ingin investasi, mulailah di kawasan berkembang yang punya prospek cerah.
Namun kalau kamu ingin tinggal nyaman tanpa banyak repot, pilih kawasan mapan meski harganya lebih tinggi.

Yang terpenting, pastikan kamu membeli bukan hanya karena “harga murah” atau “tren”, tapi karena lokasi itu benar-benar sesuai dengan tujuan dan gaya hidupmu.

Karena dalam dunia properti, pepatah lama tetap berlaku:

“Lokasi bukan segalanya — tapi hampir segalanya.” 🏡✨


Eksplorasi konten lain dari IJBPro | Tempatnya Pasang Iklan Properti

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Compare