Beli rumah itu bukan hanya soal punya tempat tinggal, tapi juga soal punya aset yang nilainya terus tumbuh. Itulah kenapa memahami bagaimana cara menilai potensi kenaikan harga rumah sangat penting — baik kamu membeli untuk investasi maupun untuk rumah pertama.
Kabar baiknya, menilai potensi kenaikan harga rumah tidak sesulit yang kamu bayangkan. Kamu tidak perlu menjadi analis properti profesional. Cukup memahami beberapa indikator sederhana, kamu sudah bisa memperkirakan apakah suatu properti akan naik nilainya di masa depan.
Berikut 7 cara santai namun akurat untuk menilai potensi kenaikan harga rumah.
🚀 1. Amati Perkembangan Infrastruktur di Sekitar Lokasi
Infrastruktur adalah penggerak utama kenaikan nilai rumah.
Begitu ada rencana pembangunan fasilitas besar, biasanya harga tanah dan rumah langsung ikut melesat.
Beberapa infrastruktur yang paling berpengaruh antara lain:
Jalan tol baru
Terminal transportasi (KRL, LRT, BRT)
Bandara atau pelabuhan
Rumah sakit besar
Pusat pemerintahan
Kawasan industri baru
Sebagai contoh, banyak kawasan yang harga tanahnya melonjak hanya karena adanya rencana pembangunan pintu tol dalam radius 3–5 km.
Jadi, sebelum membeli rumah, cari tahu apakah ada proyek besar yang sedang atau akan dibangun.
Kalau ada — itu sinyal kuat bahwa harga rumah akan naik.
🏙️ 2. Lihat Arah Pengembangan Kota
Setiap kota punya rencana jangka panjang untuk pengembangan wilayah.
Biasanya disebut RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) atau RTRW.
Dalam dokumen itu bisa terlihat:
Mana kawasan yang akan menjadi pusat bisnis baru
Area mana yang akan dikembangkan untuk perumahan
Lokasi proyek pemerintah di masa depan
Zona hijau, zona komersial, zona industri
Rencana pelebaran jalan
Jika rumah yang kamu incar berada di area yang termasuk dalam rencana pengembangan kota, maka potensi kenaikan harganya sangat besar.
Developer profesional biasanya juga memilih lahan berdasarkan data RDTR.
Jadi kamu bisa mengecek informasi ini di pemerintah kota atau melalui portal resmi tata ruang.
🛍️ 3. Perhatikan Pertumbuhan Fasilitas di Sekitar
Ketika sebuah kawasan mulai ramai fasilitas umum, itu menandakan permintaan tempat tinggal meningkat.
Fasilitas yang memengaruhi kenaikan harga rumah antara lain:
Sekolah
Minimarket besar
Rumah sakit
Bank
Toko bangunan
Mall atau pusat belanja
Kampus
Tempat makan
Semakin lengkap fasilitasnya, semakin tinggi potensi kawasan tersebut.
Kawasan yang lengkap fasilitasnya akan menarik lebih banyak penghuni, dan otomatis mendorong kenaikan nilai tanah.
🏢 4. Munculnya Proyek Developer Baru
Jika banyak developer masuk ke satu kawasan, artinya daerah tersebut punya permintaan tinggi.
Tanda-tandanya:
Banyak perumahan baru sedang dibangun
Banyak ruko baru
Developer besar mulai membeli lahan
Developer besar biasanya tidak sembarangan memilih lokasi.
Jadi, kalau kamu melihat pengembang-pengembang ternama mulai membangun proyek di sekitar lokasi tersebut, bisa dipastikan nilai properti di sana akan meningkat.
👥 5. Pertumbuhan Penduduk dan Aktivitas Ekonomi
Harga rumah akan naik jika ada permintaan tinggi, dan permintaan biasanya dipengaruhi oleh jumlah penduduk.
Beberapa ciri kawasan yang punya prospek bagus:
Banyak pendatang baru
Dekat kawasan industri
Dekat pusat bisnis
Banyak pekerja yang mencari tempat tinggal sekitar
Jika suatu daerah menjadi tempat mencari nafkah banyak orang, maka permintaan hunian akan tetap stabil dalam jangka panjang, dan ini mendorong harga rumah terus naik.
📊 6. Bandingkan Harga dari Tahun ke Tahun
Cara paling sederhana adalah melihat tren kenaikan harga dalam 3–5 tahun terakhir.
Kamu bisa bertanya langsung ke:
Agen properti
Developer sekitar
Notaris (PPAT)
Evaluasi harga jual rumah-rumah sejenis
Jika kenaikan harga konsisten, misalnya naik 5–10% setiap tahun, ini pertanda baik.
Tapi kalau harga stagnan atau turun, kamu perlu menggali lebih dalam kenapa hal itu terjadi.
🏘️ 7. Kualitas Lingkungan dan Aksesibilitas
Lingkungan yang aman, bersih, dan tertata rapi selalu memiliki daya tarik lebih tinggi dibanding lingkungan yang semrawut.
Perhatikan:
Lebar jalan
Keamanan sekitar
Sistem drainase
Kebersihan lingkungan
Ketersediaan area hijau
Kedekatan ke jalan utama
Kawasan dengan akses yang mudah dan lingkungan nyaman biasanya lebih cepat mengalami kenaikan harga.
Kenaikan harga rumah tidak terjadi secara kebetulan.
Ada faktor-faktor tertentu yang membuat suatu lokasi berkembang lebih cepat daripada yang lain.
Ingat 7 indikatornya:
Perkembangan infrastruktur
Rencana pengembangan kota
Semakin lengkapnya fasilitas
Banyaknya proyek developer
Pertumbuhan penduduk
Tren harga beberapa tahun terakhir
Kualitas lingkungan dan akses
Dengan memahami tujuh hal di atas, kamu bisa menilai apakah rumah atau tanah yang ingin kamu beli punya potensi kenaikan harga di masa depan.
Jadi, sebelum membeli rumah, jangan tergesa-gesa.
Luangkan waktu sedikit untuk menganalisis lokasinya — karena rumah yang tepat bisa memberi keuntungan besar dalam jangka panjang.
Eksplorasi konten lain dari IJBPro | Tempatnya Pasang Iklan Properti
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.