Membeli rumah adalah keputusan besar.
Bukan hanya soal uang ratusan juta sampai miliaran, tapi juga soal rasa aman, kenyamanan keluarga, dan masa depan.
Karena itu, memilih developer yang tepat adalah langkah paling penting sebelum kamu menandatangani berkas apa pun.
Sayangnya, banyak kasus pembeli dirugikan karena memilih developer abal-abal: rumah tidak dibangun, izin tidak lengkap, kualitas buruk, atau jadwal serah terima tidak jelas.
Supaya hal itu tidak terjadi pada kamu, berikut 8 tips memilih developer properti yang benar-benar aman dan terpercaya.
✔️ 1. Cek Legalitas dan Izin Developer
Ini langkah paling wajib.
Developer terpercaya pasti punya legalitas lengkap, seperti:
Akta perusahaan
SIUP / NIB (Nomor Induk Berusaha)
TDP / Sertifikat Standar
Izin lokasi (IL)
Izin mendirikan bangunan (IMB) atau PBG
Izin pemasaran
Kamu bisa meminta developer menampilkan dokumen-dokumen tersebut. Developer yang profesional tidak akan keberatan menunjukkan legalitasnya.
Jika developer menghindar atau berbelit-belit ketika ditanya legalitas—itu tanda bahaya. 🚨
🏘️ 2. Lihat Riwayat dan Portofolio Proyek Sebelumnya
Developer berkualitas biasanya punya jejak digital yang jelas dan proyek terdahulu yang bisa dibuktikan.
Cek:
Apakah mereka pernah membangun perumahan lain?
Bagaimana kualitas bangunannya?
Apakah ada keluhan dari penghuni sebelumnya?
Kamu bisa langsung kunjungi proyek lama mereka untuk melihat kondisi nyata.
Jika banyak penghuni puas, kemungkinan besar proyek baru mereka juga aman.
📣 3. Cari Ulasan Pembeli Lain
Sekarang, informasi itu mudah dicari.
Kamu bisa mengecek ulasan pembeli melalui:
Google Reviews
Media sosial
Grup Facebook perumahan
TikTok
Forum properti
Ulasan ini paling jujur karena datang dari pengalaman orang yang sudah membeli.
Developer baik tidak akan lari dari kritik.
Sebaliknya, developer abal-abal biasanya punya banyak komentar negatif seperti:
“Sudah bayar DP tapi rumah tak kunjung dibangun.”
“Jalan perumahan hancur dan tidak pernah diperbaiki.”
“Serah terima molor bertahun-tahun.”
Kalau kamu menemukan keluhan serupa berulang kali, lebih baik cari developer lain.
🛠️ 4. Periksa Kualitas Bangunan
Jangan hanya percaya pada brosur atau video promosi.
Datang ke lokasi, lihat show unit, dan perhatikan detail:
Dinding retak atau tidak
Keramik rapi atau asal-asalan
Pintu dan jendela presisi
Kualitas atap dan rangka
Drainase sekitar rumah
Developer yang baik tidak akan menutup-nutupi kondisi bangunan.
Kalau kamu menemukan banyak kekurangan pada unit contoh, kemungkinan besar rumah aslinya juga tidak jauh berbeda.
📑 5. Pastikan Sertifikat Lahan Jelas
Ini salah satu hal paling krusial.
Sebelum membeli rumah, pastikan lahan proyek memiliki:
SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) atau
SHM (Sertifikat Hak Milik)
Jika developer belum punya sertifikat induk yang sah, proyek bisa bermasalah.
Jangan sampai kamu membeli rumah yang lahannya masih sengketa atau tidak jelas statusnya.
Kamu juga bisa tanya apakah nanti pembeli akan mendapatkan SHM pecahan atau tetap SHGB, agar semuanya jelas dari awal.
📆 6. Cek Progres Pembangunan Secara Langsung
Developer profesional selalu punya progress pembangunan yang jelas dan transparan:
Jadwal pengerjaan
Jumlah unit yang sedang dibangun
Foto progres
Target serah terima
Jika proyek masih berupa tanah kosong tapi marketing menyuruh kamu “cepat DP sebelum kehabisan”, kamu harus waspada.
Rumah yang aman dibeli adalah rumah yang progresnya terlihat, bukan hanya rumah dalam angan-angan.
💬 7. Komunikasi Developer Jelas dan Responsif
Cara developer berkomunikasi juga menentukan kualitasnya.
Developer yang baik:
Tidak menjanjikan hal berlebihan
Menerangkan risiko dengan jujur
Menjawab pertanyaan tanpa menghindar
Memiliki administrasi yang rapi
Tidak memaksa kamu agar segera DP
Kalau dari awal komunikasi saja berantakan, dokumen tidak jelas, atau marketing seperti terburu-buru, itu tanda proyek tidak dikelola secara profesional.
🧾 8. Pelajari Kontrak Secara Detail
Jangan pernah tanda tangan sebelum membaca semuanya, terutama hal-hal berikut:
Harga total
Jadwal serah terima
Spesifikasi rumah (material, ukuran, fasilitas)
Denda keterlambatan
Sanksi jika pembangunan terlambat
Pengembalian dana jika terjadi pembatalan
Developer terpercaya memberikan kontrak yang lengkap, tidak ada poin-poin samar, dan mau menjelaskan semua detail.
Memilih developer yang aman dan terpercaya memang membutuhkan waktu dan ketelitian.
Tapi langkah ini sangat penting untuk menghindari kerugian besar dan memastikan kamu mendapatkan rumah impian yang benar-benar layak.
Ingat 8 tipsnya:
Cek legalitas
Lihat portofolio
Baca ulasan
Cek kualitas bangunan
Pastikan sertifikat
Lihat progres nyata
Perhatikan komunikasi
Pelajari kontrak
Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa membeli rumah dengan lebih tenang, aman, dan tanpa drama.
Eksplorasi konten lain dari IJBPro | Tempatnya Pasang Iklan Properti
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.